My Job My Happiness

Terinspirasi dengan salah satu temen yang rajin menulisi blognya (barusan baca), saya juga ingin sedikit oret-oret di sini. Well, I am not gonna tell you my marriage life nor my relationship (at least may be not for now) because whatever it is, it will be our personal stuffs.

Alright, let’s go back to where we were. Saya cuma ingin sedikit bercerita tentang pekerjaan saya. What is it? Yeahhh. I am teaching again! So, what? Ga ada yang istimewa, kan? Saya sudah mulai mengajar sejak tahun 2007, dan sekarang sudah 2016. So, apa yang harus diceritakan?

Begini, bagi saya mengajar adalah passion. Ya, kok ga jadi guru di sekolahan aja? Well, saya ga mau menjebak passion saya suatu hari nanti dengan keluhan “yah, saya disuruh masuk sama kepala sekolah” atau “duh, mesti rapat kurikulum hari Sabtu”. No. Semoga ga akan pernah terjadi. Buat saya, passion itu kesenangan. Bukan siksaan. Jadi ga boleh pakai duh duh.

Flashback, selain mengajar saya juga pernah bekerja dibanyak tempat dan hampir keseluruhannya sifatnya bilingual alias dua bahasa. Dan semua pekerjaan saya, saya juga sangat suka. Tapi, kenapa mesti berhenti? Yang jelas tidak ada satupun alasan karena saya tidak suka, tapi lebih kepada halangan. Seperti pekerjaan terakhir, saya senang sekali. Tapi, setelah menikah kantor jadi terasa jauh sekali. Huf.

Go back to teaching. Jadi sekarang kembali menjadi pengajar. Ya bukan guru di sekolahan atau dosen di kampus memang, tapi saya lebih bahagia dengan ini. Karena apa? Karena siswa saya adalah para guru juga dan di sekolah. Selain itu, saya juga diberikan jadwal mengajar (saya lebih senang dibilang membantu) pejabat di Kantor Walikota Jakarta Utara. Sebelum saya diutus ke sini, mengajar guru saja saya sudah bahagia. Saya baru kembali mengajar kurang dari 2 bulan, dan saat diberi kelas untuk guru SMA 77 Jakarta Pusat, saya sangat bangga. Kenapa? Karena saya diberi kesempatan bertemu dengan para guru dari sekolah nomor 1 di Provinsi DKI Jakarta (menurut informasi yang saya dapat) dan kemudian mengajar di SMA 80 Sunter, walaupun jauh dari Cakung tapi gurunya membuat saya ingat bagaimana rasanya menjadi murid dulu. They are so active and talkative. They are so nice.

Yah, begitulah. Sebagian besar waktu mengajar saya, saya habiskan untuk berbagi ilmu yang saya miliki dengan mereka semua. Dan juga mendapatkan hal baru dari mereka semua yang pastinya sudah jauh lebih senior daripada saya. Saya merasa senang dengan apa yang sudah saya kumpulkan sejak kecil yang kemudian menjadi modal saya saat ini. Why am I happy? Karena yang saya dapat tidak hanya materi yang memuaskan, tapi juga relasi dan pengalaman baru. Oya, dan mulai minggu depan saya akan mengajar bapak wakil walikota. Doakan saya semoga beliau lancar berbahasa Inggris setelah belajar dengan saya.

Pekerjaan itu bukan siksaan, kalau bekerja hanya untuk mengeluh, pikirkan kembali kenapa harus mengerjakannya. Saya bekerja bukan karena materi semata, tapi karena itu yang membuat saya bahagia. My Job My Happiness 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s