Pernah Nyasar Di Sini… (bagian 1)

Ini udah seharusnya ditulis dua tahun lalu, tapi memang ga pernah niat nulis. Jadi memang ga pernah ditulis ceritanya. Kenapa diceritain lagi? Karena ada cerita yang sayang aja dibuang gitu, sebagian lagi karena ada yang tetiba mendadak nanya lagi. Capek throwback hits. Krik krik…

Dua tahun lalu, pernah mimpi sebenarnya sejak bayi (hmmm…) pengen ke luar negeri, tapi pengennya gratisan. Maklum, mahal pemirsa. Jadi boro-boro keluar negeri, ke Jakarta aja baru tahun 2014 awal. Hehehe *buka aib*

So, one day, ketika saya bekerja di ICT Watch (googling aja yes, ini salah satu kantor terkeren menurut saya) saya direkomendasikan oleh atasan saya untuk ikut dialog internasional. Kebetulan saat itu saya juga sedang aktif ikut diskusinya di Indonesia (bantu-bantu beliau tepatnya). And finally, my dream came true. Saya boleh ikut ke Istanbul. Yeaayyy…

Mari norak-norak bergembira flashback ke sana. Sebulan sebelumnya, saya ikut rapat dengan para pimpinan (bisa dibilang para pesohor), mulai dari organisasi, donor, pihak swasta dan kementerian. Saya siapa? Tukang catat meeting. Sebutlah notulen biar keren. Kerjaan begini buat pemula seperti saya itu luar biasa. Dulu pernah, tapi masih skalanya masih di bawah ini menurut saya. Dan one thing, beliau semua membahas semua persiapan dialog di Istanbul. Saya cuma bisa membatin “andainya bisa ikutan”. Tapi cuma sampai sana, ga ada niat buat nanya, buat apply apapun, karena merasa kapasitas sebagai anak baru. Jadi masih merasa, ah ini saja sudah luar biasa. The end.

Bulan puasa tahun 2014, saya pulang kampung ke ranah Minang. Sekaligus ada tugas mengisi dan mengurusi seminar yang dibiayai oleh kantor. Siapa yang tidak bahagia, bertugas sambil pulang kampung. Jadi diperbolehkan pulang lebih awal. Setelah lebaran selesai, dengan gembira kembali ke rantau. Tanpa ada perasaan apapun, saya naik pesawat, turun pesawat (harap dicatat, karena masih dalam waktu dinas, semua tiket free jadi naik maskapai andalan negara kemana-mana) tanpa ada rasa apapun. Ternyata, pas baru saja landing di Soetta, saya menyalakan telepon genggam untuk mengabari semua yang pantas dikabari. Daaan, drama pertama dimulai dari email yang baru masuk “tiga orang perwakilan Indonesia berangkat ke Istanbul sponsored by Google Indonesia”. Ada ucapan selamat. Berarti itu sayaaa… Hahaha ha ha h a a h a… Ke Eropa? Itu deket mana?

Seketika hening, terdiam, dan segera memencet segala nomor telepon. Lanjut norak norak bergembira…

*Berhubung cerita ini panjang sekali, saya lanjut saat saya mood lanjut, yak. Semoga ada yang baca. Kalo enggak alhamdulillah, gak akan ada yang komplen bin protes…

 

Advertisements

3 thoughts on “Pernah Nyasar Di Sini… (bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s