Lima Tahun Social Media Sumbar

Selamat hari lahir Social Media Sumatera Barat. Ini hari lahirmu yang ke-5. Tak terasa 5 tahun sudah kami semua kau pertemukan di sini. Bahagia, sedih, senang, susah, takkan pernah menghilangkan rasa yang pernah aku punya untukmu. Iya, hanya untukmu.

Pernah, timbul tanya kenapa aku berusaha memperjuangkanmu tetap ada. Mereka bertanya apa yang kau berikan padaku, mengapa aku rela melewatkan jadwal pekerjaanku, menghabiskan waktuku, menghabiskan uang jajanku. Bukan karena aku menginginkan sesuatu untuk diriku, tapi untuk dirimu. Untuk Social Media Sumbar.

Mengapa aku ingin kau ada?

Karena dulu aku selalu pergi mengikuti di mana ada pergerakan. Diawali dengan aku memulai komunitas bahasa Inggris di Unand, berkenalan dengan Info Sumbar dan Minang Sedunia hingga mereka memberiku akses penuh menjadi admin dengan catatan tidak ada kepentingan lain selain untuk menyatukan pergerakan anak muda.

Pada pertengahan tahun 2011, kami semua yang sempat berkomunikasi lewat jejaring Twitter yang disambungkan oleh @infosumbar berinisiatif untuk bertemu muka. Kopdar pertama kami di Taman Budaya pada saat itu terwujud dan kami berhasil melahirkan @gatheringis yang merupakan kumpulan dari teman-teman berbeda komunitas tapi disatukan oleh akun @infosumbar. Namun, setelah 4 kali kopdar, kami merasa kami hanya berkumpul, kami ingin berbuat lebih. Dan terpenting bersama.

Pada tanggal 16 Desember 2011, saya masih ingat setelah makan siang di KFC A. Yani Padang, siapa yang datang duluan silakan ambil 5 mocca float pertama yang saya beli, teman-teman dari komunitas berbeda pun mulai berdatangan. Awalnya hanya sekitar 20-30 orang, lama-kelamaan hampir mencapai angka 70 orang. Bisa teman-teman lihat di http://socmedsumbar.blogspot.co.id/ yang ditulis oleh @ajaykivatte yang setelah acara tersebut menjadi salah satu admin @SocmedSumbar menuliskan rincian daftar hadir komunitas beserta beberapa perwakilan yang sempat menuliskan daftar hadir dengan nama pribadi.

Dari sana, lahirlah Social Media Sumbar (yang namanya diputuskan oleh perwakilan moderator dan teman-teman yang hadir, saat saya, @ardikidd dan beserta satu teman lainnya saya lupa Ocoy atau Ariz sedang sholat ashar di lantai dasar KFC). Namun, karena semua sudah menyetujuinya, kami pun dengan senang hati menyambut nama ini, walaupun @ardikidd sebelumnya sudah mempersiapkan nama “West Sumatera Youth Community”. Tapi apapun namanya, yang penting semangat kebersamaannya. Social Media Sumbar resmi lahir tanggal 16 Desember 2011 dengan tujuan untuk menjadi FORUM KOMUNIKASI KOMUNITAS SE-SUMATERA BARAT yang murni hanya penyambung komunikasi dengan hanya membutuhkan 1 orang koordinator untuk penyambung komunikasi, sedangkan KEPUTUSAN TERTINGGI ada di RAPAT SEMUA KOMUNITAS YANG BERADA DI NAUNGAN SOCIAL MEDIA SUMBAR. Jadi Social Media Sumbar BUKAN PEMEGANG KEPUTUSAN, HANYA PENYAMBUNG KOMUNIKASI. Baik dari komunitas satu dengan lainnya, komunitas dengan media, dan komunitas dengan pemerintah, serta tak lupa komunitas dengan sponsor. Empat elemen tersebut didekatkan dengan komunitas dengan cara Silaturahmi, Edukasi dan Rekreasi. Inilah cikal bakal Social Media Sumbar yang teman-teman lihat pada hari ini.

Waktu berganti, tidak satu atau dua kegiatan yang kami inisiasi bersama, kembali lagi, tujuannya tak lain dan tak bukan hanya untuk Silaturrahmi, Edukasi dan Rekreasi. Tak ada paksaan untuk mengerjakan ini itu, tapi wajib saling sokong dan bantu ketika ada komunitas yang ingin menggagas sebuah kegiatan, baik berupa moril, materil dan penyebaran informasi. Tak putus-putus inilah yang selalu kami lakukan bersama.

Awal berdiri, kami sudah melakukan Aksi Bersih Pantai di Pantai Padang dan kemudian kami berangkat mengunjungi teman-teman daerah dengan tujuan yang 3 tadi, kami disambut oleh Komunitas Gubuak Kopi. Kami saling belajar, berbagi informasi. Dan kemudian disusul dengan trip-trip lainnya seperti ke Sawahlunto, Painan, Bukittinggi dan Batusangkar. Tak lupa kami juga mengadakan bakti sosial pada bulan Ramadan ke Panti Bina Grahita serta mengadakan 2 kali Social Media Sumbar Festival dan banyak lagi.

Saya tak bisa sebutkan satu persatu semua dalam blog ini. Tapi yang terpenting apa? Saya hanya ingin menulis kembali kenapa Social Media Sumbar itu lahir? Mengapa dia perlu lahir? Karena ada banyak kepala yang berbeda ide, berbeda pendapat yang jika mereka semua disatukan akan membuat perubahan besar. Lihatlah ketika mereka berkumpul, tak ada sedikitpun rasa takut yang saya rasakan. Social Media Sumbar adalah forum komunikasi komunitas semua genre, mulai dari sosial, fans musik, IT, pendidikan, fans sepakbola, olahraga dan semuaaaa yang ada di Sumbar. Bisa dibayangkan mereka jika dikumpulkan semua? Luar biasa yang bisa mereka lakukan. Hal yang membuat saya percaya diri dengan semua pergerakan tanpa takut adalah, ketika ada yang menyerang saya dengan memasukkan unsur politik dalam forum ini, atau mencoba membuat saya mengambil keputusan pribadi, saya kembalikan semua ke seluruh Ketua Komunitas yang ada di Social Media Sumbar, dan tak segan mereka bilang “yang menghadang si Nisa, biar kami yang maju duluan”. Begitulah dulu teman-teman membuat Social Media Sumbar ini kuat, tak ada yang sanggup memecah belah kita.

Saya rasa sekarang teman-teman paham kan mengapa saya sangat sayang pada Social Media Sumbar? Ya, karena mereka keluarga terbesar yang pernah saya punya. Mereka selalu ada walaupun cuma untuk meledek saya ketika putus, menjodoh-jodohkan saya, mensupport saya, mendengarkan semua keluh kesah saya, mereka selalu ada. Bahkan saat saya sudah di rantau ini. Saya tidak bingung sama sekali, kemana saya pergi keluarga besar saya ini tersebar di manapun. Saya rasa diberbagai negara juga mereka ada. Rasa ini yang tak pernah bisa digantikan oleh apapun.

Hari ini, hari lahir ke-5 ini, saya berharap Social Media Sumbar masih terus ada. Walaupun saya hampir sudah tidak ada lagi di dalamnya. Manfaatkanlah keluarga besar ini untuk saling support, teman-teman. Agar teman-teman nantinya juga bisa merasakan hal yang sama seperti saya, bisa punya orangtua di mana saja, ada kakak di sini, adik di sana, padahal kita tidak sedarah. Tapi, kita menyambungkan semangat darah yang sama.

Sekali lagi, selamat bertambah dewasa Social Media Sumbar. Semoga saya masih bisa mengucapkan selamat hingga kesekian kalinya hingga akhir hayat saya.

Terakhir salam sayang kami Nisa dan Vembi yang juga dipertemukan saat kami sibuk berkomunikasi untuk bantuan Banjir Bandang di Padang tahun 2012 lalu. Kami bertemu kembali di Kumpua Basamo anak Rantau tahun 2015 yang membuat kami mulai mengenal bahwa kami mungkin memang ditakdirkan dipertemukan oleh Social Media Sumbar.

gath-homi

Gathering Hommy Caffe

 

bersih-pantai

Bersihin Pantai Yuk, 2012

gathis-4

Gathering IS 4

baksos-bina-grahita

Buka Bersama di Panti Bina Grahita 2012

trip-solok

SocMed Sumbar Trip Solok  

sawahlunto-trip

Sawahlunto Trip 2012

painan-trip

Painan Trip 2012

bukittinggi-trip

Bukittinggi Trip 2012

bukber-2013

Buka Bersama 2013 di Pondok Ikan Bakar Lubeg

bukber-2014

Buka Bersama 2014 di Tiji Cafe

Dan hanya ini galeri yang bisa saya kumpulkan untuk mengingat masa saya ketika pernah bersama kalian. Ada banyak lagi foto lainnya, tapi harus mengubek-ubek beberapa sumber dulu. Maafkan resolusi gambar dan mungkin pose(termasuk saya) yang kurang begitu bagus.

Panjang Umur Selalu @socmedsumbar

Advertisements

Hidupkan Jiwa Raga dengan Berkebun

Berkebun kini bisa jadi lebih mudah dengan menggunakan media sederhana dan bisa didapatkan dengan mudah. Yuk, belajar berkebun bareng kita! 🙂

img_20161214_0930031

Kebun Vean

Mengapa berkebun bisa menghidupkan jiwa dan raga? Ya, berkebun bukan hanya sekedar untuk mencari nafkah atau penghasilan semata. Tapi, berkebun juga bisa memperkuat ikatan kita dengan alam. Alam sudah terlalu banyak dirusak, bahkan sudah sulit untuk menemukan tanah atau lahan untuk ditanami. Tentu saja itu bukan menjadi halangan bagi kita untuk tetap menjaga alam dan bercocok tanam. Konon, teknik menanam dengan media air ini sudah dikembangkan sejak lama, tapi masih banyak yang belum paham teknisnya. Termasuk kami. Jadi kami mulai mempelajarinya.

Berawal dari keinginan untuk punya tanaman sendiri karena kami tinggal di rumah kontrakan milik orangtua suami yang baru saja selesai dibangun. Semua masih serba baru selesai dan kami langsung menempati rumah tersebut. Kebetulan, masih ada tanah kosong yang belum dibangun di depan rumah, tapi karena warga masih minta ijin untuk diberikan akses lalu lalang di tanah tersebut, jadi kami memutuskan untuk bercocok tanam dengan media yang sangat aman. Pertama kali mencoba, kami menggunakan media pot dan tanah, namun setelah beberapa minggu berjalan, tumbuhan yang kami tanam tak kunjung besar. Jadi kami belajar bercocok tanam dengan teknik hidroponik alias menggunakan media air.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kami sudah menanam tumbuhan di tanah, tapi mungkin daerah dan tanah Jakarta ini memang tidak cocok untuk ditanami sayur jadi kami beralih ke media air. Jenis tanaman tersebut adalah bayam dan pakcoy. Tanaman lain mungkin bisa tumbuh di tanah, tapi akan saya bahas di postingan selanjutnya nanti. (tanah dan pot masih digunakan, saya akan bahas dipostingan selanjutnya karena mencoba mengganti jenis tumbuhan)

Bagaimanakah menaman dengan teknik ini? Caranya mudah. Silakan ikuti langkah berikut;

  1. Kumpulkan botol air mineral bekas ukuran 1,5 liter dan potong dua seperti pada gambar2. Sediakan rockwool yang biasanya bisa ditemukan di toko besi dan baja. Rockwool ini diambil sedikit dan letakkan dipotongan botol bagian atas. Inilah nantinya yang akan menjadi media untuk akar tanaman yang akan kita tanam

    3. Pada gambar no 2, terlihat disebelah kanan sudah ada tanaman yang tumbuh. Nah, itu bayam yang sudah berumur sekitar 2 minggu. Rockwoolnya mana? Rockwool bisa nyemplung ke dalam botol bagian bawah karena dasarnya seperti kapas tebal. Dan seiring dengan tumbuhnya tanaman, warna rockwool pun akan berubah menjadi agak hitam. Jadi jangan bingung hitam itu warna apa, ya? Dan lantas kenapa warna air agak sedikit hijau? Itu sebenarnya selain diberikan air, tanaman juga diberikan nutrisi yang dimasukkan ke dalam air. Jadi, sebelum ditanam dan dimasukkan rockwool, botol bagian bawah diisi dengan air dan nutrisi terlebih dahulu. Jangan kebanyakan, ya. Pokoknya rockwoolnya tersentuh air jadi bisa meresap. Satu lagi, jangan memasukkan terlalu banyak bibit dalam satu pot. 2-4 saja cukup.

    Inilah jenis dari nutrisi yang kami gunakan. Bisa terpisah antara nutrisi A & B, dan ternyata ini baru ketemu ada nutrisi Hydro J yang AB nya dicampur. Tanya aja di tukang jual tanaman pinggir jalan. Ada, kok.

    4. Setelah tanaman ditanam dan diberi nutrisi, jangan lupa untuk menyiramnya dua kali sehari, pagi dan malam. Ini supaya tanaman tidak kehausan. Kalau haus dijamin mati. Karena satu-satunya makanannya hanya air. Dan dalam pemberian air, jangan disiram dengan gayung. Tekanannya terlalu besar. Pakai saja botol mineral yang tutupnya sudah dilobangi dan cipratkan air tersebut ke tumbuhan kita. Dan juga, jangan lupa untuk mengganti airnya setiap 1-2 kali seminggu. Yang dibersihkan hanya botol bagian bawah, ya? Jadi, botol yang ada tanamannya di bagian atas itu diangkat, kemudian yang bagian bawah dibuang airnya, dibersihkan, kemudian isi kembali dengan air yang baru dan berikan nutrisi kembali.

    img_20161204_0811471

    My Dearest Urban Farmer a.k.a My Suami lagi serius ganti air tanaman

 

Nah, hanya 4 langkah tersebut dan dengan penuh kesabaran tunggulah tanaman kita tumbuh besar. “Kenapa sih mesti nanam kalau bikin repot aja? Kan bisa dibeli? Murah lagi.” Seperti yang saya bilang di atas, bercocok tanam ini adalah ikatan dengan alam. Apapun itu, baik bunga, sayur atau tumbuhan lainnya. Intinya, dengan membuat mereka tumbuh, udara semakin segar, kita pun tau kualitas tumbuhan yang kita konsumsi. Dan tahukah kalian perasaan paling bahagia dari berkebun itu? Saat panen.

img_20161208_1103501

Pakcoy siap panen

Pakcoy ini terlalu ramai dalam satu media tanam. Karena masih belajar, kami memasukkan terlalu banyak bibit. Seharusnya 2-4 saja cukup. Nah, bentar lagi bisa disayur, nih. Hmmm… Syegerrrrr…

panen

Panen Malam

Beginilah rasanya ketika panen. Ini sekitar dua minggu lalu. Minggu depan kami akan panen yang ke-2. Dan, gak berhenti di sini aja, kalau pengen nambah penghasilan dari hasil panen ini juga bisa. Jual sayur bayam atau pakcoy? Bisa. Tapi mungkin kalah sama tukang sayur keliling, soalnya mereka juga udah punya langganan. Ini sebaiknya dijual dalam bentuk olahan, misalnya punya kafe, bisa jadi sayur yang enak dan segar. Atau kalau ingin tahan lama, bisa juga membuat nilai ekonomis lain dari sayur ini, seperti membuat Keripik Bayam

img_20161208_1153381

Keripik Bayam Ala Nissa 🙂

Resepnya? Di postingan lainnya, yah? Hihi. Nah, sudah tahu kan kenapa saya memilih judul postingan saya itu? Jadi, tunggu apalagi? Jangan nambah-nambahin sampah plastik kalau habis beli minuman, apalagi suka curigaan kalau bakal dipalsukan (walaupun ini memang kejadian). Tapi, mulailah hidup sehat dari rumah. Banyak manfaatnya dan menyenangkan, bukan? Jangan jawab bukan. Haha.