Hidupkan Jiwa Raga dengan Berkebun

Berkebun kini bisa jadi lebih mudah dengan menggunakan media sederhana dan bisa didapatkan dengan mudah. Yuk, belajar berkebun bareng kita! 🙂

img_20161214_0930031

Kebun Vean

Mengapa berkebun bisa menghidupkan jiwa dan raga? Ya, berkebun bukan hanya sekedar untuk mencari nafkah atau penghasilan semata. Tapi, berkebun juga bisa memperkuat ikatan kita dengan alam. Alam sudah terlalu banyak dirusak, bahkan sudah sulit untuk menemukan tanah atau lahan untuk ditanami. Tentu saja itu bukan menjadi halangan bagi kita untuk tetap menjaga alam dan bercocok tanam. Konon, teknik menanam dengan media air ini sudah dikembangkan sejak lama, tapi masih banyak yang belum paham teknisnya. Termasuk kami. Jadi kami mulai mempelajarinya.

Berawal dari keinginan untuk punya tanaman sendiri karena kami tinggal di rumah kontrakan milik orangtua suami yang baru saja selesai dibangun. Semua masih serba baru selesai dan kami langsung menempati rumah tersebut. Kebetulan, masih ada tanah kosong yang belum dibangun di depan rumah, tapi karena warga masih minta ijin untuk diberikan akses lalu lalang di tanah tersebut, jadi kami memutuskan untuk bercocok tanam dengan media yang sangat aman. Pertama kali mencoba, kami menggunakan media pot dan tanah, namun setelah beberapa minggu berjalan, tumbuhan yang kami tanam tak kunjung besar. Jadi kami belajar bercocok tanam dengan teknik hidroponik alias menggunakan media air.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kami sudah menanam tumbuhan di tanah, tapi mungkin daerah dan tanah Jakarta ini memang tidak cocok untuk ditanami sayur jadi kami beralih ke media air. Jenis tanaman tersebut adalah bayam dan pakcoy. Tanaman lain mungkin bisa tumbuh di tanah, tapi akan saya bahas di postingan selanjutnya nanti. (tanah dan pot masih digunakan, saya akan bahas dipostingan selanjutnya karena mencoba mengganti jenis tumbuhan)

Bagaimanakah menaman dengan teknik ini? Caranya mudah. Silakan ikuti langkah berikut;

  1. Kumpulkan botol air mineral bekas ukuran 1,5 liter dan potong dua seperti pada gambar2. Sediakan rockwool yang biasanya bisa ditemukan di toko besi dan baja. Rockwool ini diambil sedikit dan letakkan dipotongan botol bagian atas. Inilah nantinya yang akan menjadi media untuk akar tanaman yang akan kita tanam

    3. Pada gambar no 2, terlihat disebelah kanan sudah ada tanaman yang tumbuh. Nah, itu bayam yang sudah berumur sekitar 2 minggu. Rockwoolnya mana? Rockwool bisa nyemplung ke dalam botol bagian bawah karena dasarnya seperti kapas tebal. Dan seiring dengan tumbuhnya tanaman, warna rockwool pun akan berubah menjadi agak hitam. Jadi jangan bingung hitam itu warna apa, ya? Dan lantas kenapa warna air agak sedikit hijau? Itu sebenarnya selain diberikan air, tanaman juga diberikan nutrisi yang dimasukkan ke dalam air. Jadi, sebelum ditanam dan dimasukkan rockwool, botol bagian bawah diisi dengan air dan nutrisi terlebih dahulu. Jangan kebanyakan, ya. Pokoknya rockwoolnya tersentuh air jadi bisa meresap. Satu lagi, jangan memasukkan terlalu banyak bibit dalam satu pot. 2-4 saja cukup.

    Inilah jenis dari nutrisi yang kami gunakan. Bisa terpisah antara nutrisi A & B, dan ternyata ini baru ketemu ada nutrisi Hydro J yang AB nya dicampur. Tanya aja di tukang jual tanaman pinggir jalan. Ada, kok.

    4. Setelah tanaman ditanam dan diberi nutrisi, jangan lupa untuk menyiramnya dua kali sehari, pagi dan malam. Ini supaya tanaman tidak kehausan. Kalau haus dijamin mati. Karena satu-satunya makanannya hanya air. Dan dalam pemberian air, jangan disiram dengan gayung. Tekanannya terlalu besar. Pakai saja botol mineral yang tutupnya sudah dilobangi dan cipratkan air tersebut ke tumbuhan kita. Dan juga, jangan lupa untuk mengganti airnya setiap 1-2 kali seminggu. Yang dibersihkan hanya botol bagian bawah, ya? Jadi, botol yang ada tanamannya di bagian atas itu diangkat, kemudian yang bagian bawah dibuang airnya, dibersihkan, kemudian isi kembali dengan air yang baru dan berikan nutrisi kembali.

    img_20161204_0811471

    My Dearest Urban Farmer a.k.a My Suami lagi serius ganti air tanaman

 

Nah, hanya 4 langkah tersebut dan dengan penuh kesabaran tunggulah tanaman kita tumbuh besar. “Kenapa sih mesti nanam kalau bikin repot aja? Kan bisa dibeli? Murah lagi.” Seperti yang saya bilang di atas, bercocok tanam ini adalah ikatan dengan alam. Apapun itu, baik bunga, sayur atau tumbuhan lainnya. Intinya, dengan membuat mereka tumbuh, udara semakin segar, kita pun tau kualitas tumbuhan yang kita konsumsi. Dan tahukah kalian perasaan paling bahagia dari berkebun itu? Saat panen.

img_20161208_1103501

Pakcoy siap panen

Pakcoy ini terlalu ramai dalam satu media tanam. Karena masih belajar, kami memasukkan terlalu banyak bibit. Seharusnya 2-4 saja cukup. Nah, bentar lagi bisa disayur, nih. Hmmm… Syegerrrrr…

panen

Panen Malam

Beginilah rasanya ketika panen. Ini sekitar dua minggu lalu. Minggu depan kami akan panen yang ke-2. Dan, gak berhenti di sini aja, kalau pengen nambah penghasilan dari hasil panen ini juga bisa. Jual sayur bayam atau pakcoy? Bisa. Tapi mungkin kalah sama tukang sayur keliling, soalnya mereka juga udah punya langganan. Ini sebaiknya dijual dalam bentuk olahan, misalnya punya kafe, bisa jadi sayur yang enak dan segar. Atau kalau ingin tahan lama, bisa juga membuat nilai ekonomis lain dari sayur ini, seperti membuat Keripik Bayam

img_20161208_1153381

Keripik Bayam Ala Nissa 🙂

Resepnya? Di postingan lainnya, yah? Hihi. Nah, sudah tahu kan kenapa saya memilih judul postingan saya itu? Jadi, tunggu apalagi? Jangan nambah-nambahin sampah plastik kalau habis beli minuman, apalagi suka curigaan kalau bakal dipalsukan (walaupun ini memang kejadian). Tapi, mulailah hidup sehat dari rumah. Banyak manfaatnya dan menyenangkan, bukan? Jangan jawab bukan. Haha.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s