Sapaan Terlambat untuk 2017

Mengawali Jum’at dengan beberapa deadline terjemahan membuat kepala sedikit panas. Tak ada salahnya menyapa sejenak blog yang sudah dua bulan tak disinggahi ini ditambah sedikit motivasi yang menggelitik saat melihat teman-teman lain yang rajin nge-blog sudah menuntaskan beberapa tulisan.

Kadang teringat akan resolusi yang selalu dibuat setiap akhir tahun, namun terealisasinya beberapa tahun kemudian. Well, it’s not that bad tho. Tapi, sejak akhir tahun 2015 saya sudah sama sekali tidak membuat resolusi, bukan menyerah atau tanpa rencana, tapi hanya ingin mengikuti aliran hidup saja tanpa tergesa-gesa. Entah kenapa, semakin bertambahnya usia waktu semakin tak terasa. Semua terasa begitu cepat, tidak seperti ketika SMA “I want to grow up and be free!” dan ketika kuliah “duh, cepetan lulus kenapa, sih?”. Iya seperti itu. Tapi, sekarang malah ingin waktu berjalan dengan sangat lambat (mungkin pengaruh kebanyakan deadline :p).

Sebenarnya tidak memburu sesuatu hal adalah bentuk syukur (sedikit klise dan terdengar ngeles) karena tidak ingin hal muluk-muluk. Iya. Dulu sebelum lulus kuliah pengen segera wisuda, kemudian sebelum menikah ingin cepat-cepat menikah kemudian punya anak. Ternyata tak sesederhana itu. Tapi, alhamdulillah jika harus flashback sejak sebelum lulus kuliah, saya sudah bekerja dari tahun 2007 menjadi guru privat dan mencoba mempelajari bagaimana cara mengajar dan pada tahun yang sama juga sudah mulai menerima jasa terjemahan dari teman-teman nyokap dengan bayaran seadanya, bahkan sebungkus martabak I am just fine. But, time goes by. Too many things happened, mulai dari rencana sekolah yang tak disentuh sama sekali berkasnya walaupun minta nasihat ke siapapun pasti disuruh daftar karena sudah memenuhi hampir 100% kriteria. Tapi, kembali lagi. Waktu terasa sangat cepat. Bahkan ketika baru sempat berpikir waktu hari Senin, tiba-tiba Jum’at sudah tiba. I am not joking. Tapi begitulah.

Makanya, tak sempat menyebut satu resolusipun selain tetap berusaha menjadi orang baik. Tak kurang tak lebih. Jika Allah memberikan kesempatan pasti akan diterima dengan baik, tapi jika belum, untuk mengejar suatu hal yang semakin hari terlihat semakin rumit (seperti beasiswa keluar negeri) mungkin agak perlahan. Tapi terasa ada beberapa perubahan di tengah jalan yang kemudian saya sadari. Saya adalah orang yang tidak bisa dipaksa mengerjakan apapun, karena hasilnya pasti berantakan. Jadi, saya lebih suka mengerjakan apapun dengan senang hati. Jika ada yang melihat saya mencapai ini itu, percayalah, itu semua dengan senang hati saja tanpa paksaan siapapun atau kerja keras berlebihan, itu semua cuma dari Tuhan.

So, what am I doing now? Saya sedang menikmati menjadi teman hidup suami saya pastinya (terutama menunggu weekend dan jatah cuti biar bisa liburan), jualan snacks yang siapa sangka kami awali dengan sungguh-sungguh murni belajar berbisnis ternyata dalam sebulan sudah belasan varian yang kami jual, dan yang terpenting mengurusi perusahaan yang sudah seperti anak sendiri. Karena belum diamanahi bukan berarti kami tak berharap, siapa yang tak ingin punya anak? Semua orang mulai nyinyir, sama seperti bertanya kapan menikah. Well, sibukkanlah diri kalian untuk hal yang lebih penting daripada menyinyiri hidup orang lain. Seperti saya mengurus Vean Integrated yang baru berumur 7 bulan tapi sudah memiliki klien yang bisa dibilang membuat kami sangat bersyukur.

Kembali lagi, kenapa tanpa resolusi? Bukan tanpa target, tapi hanya tetap bersyukur dan memelihara amanahNya. Teman saya pernah bilang:

“Tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah direncanakan. Tuhan memberikan kita ketika kita siap, sehingga semua terlihat sangat kebetulan.”

Jadi, kali ini bukan tanpa resolusi tapi dengan kembali bersiap dengan semua kemungkinan yang terjadi, hingga semua akan terlihat kebetulan kembali. Jangan membuat target yang membuat kita stres, karena hanya akan membuat kita ragu akan nikmat Yang Maha Kaya. Kita yang belum siap, bukan Dia yang belum memberi. Apapun itu, gelar, pekerjaan, jodoh, anak dan apapun yang kita inginkan. Kita hanya manusia yang sudah digariskan jalannya masing-masing, jadi tidak perlu berpedoman dengan hidup orang lain. Belajar dari orang lain tentu harus, tapi hasil dan pencapaian tak harus sama. Bisa jadi lebih, loh. Kenapa tidak? Ya, kan? 🙂

Selamat menikmati hari Jum’at yang selalu penuh berkah buat yang sempat mampir. Semoga selalu bahagia. Sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya. Saya kembali ke deadline dulu. Dadaaahhh…

Advertisements

2 thoughts on “Sapaan Terlambat untuk 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s